Cara Mengatur Pernafasan Saat Olahraga Lari

Cara Mengatur Pernafasan Saat Olahraga Lari – Olahraga lari memang terkesan sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Padahal, teknik pernapasan yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

1. Bernafas Melalui Mulut

Marni yang juga merupakan pelatih di Mile High Run Club menjelaskan, pada dasarnya kita harus bernafas melalui mulut ketika berlari. Alasannya, bernafas melalui mulut memungkinkan kita untuk mendapatkan lebih banyak udara masuk.

Selain itu, bernafas melalui hidung terlalu keras juga bisa mengeraskan otot-otot wajah, khususnya bagian rahang.

Padahal, kita selalu mendinginkan rahang dalam kondisi tidak tegang. Ketika bernafas melalui mulut, rahang akan membuka sehingga lebih bersifat renggang.

Meski begitu, bernafas melalui hidung juga tidak dilarang terutama jika hanya melakukan lari ringan. Namun, usahakan membuang udara melalui mulut.

2. Menstabilkan Nafas

Beberapa orang merekomendasikan agar nafas dilakukan dalam tiga atau dua hitungan.

Namun, Marni menyarankan setiap kliennya untuk membangun ritme nafas yang stabil, berapapun hitungannya.

Nafas bisa juga disesuaikan dengan langkah kaki.

Nafas yang stabil ketika lari sudah mencapai tahap berat sangatlah penting karena kondisi tersebut akan menjaga kita tetap fokus.

Namun, ketika kamu baru mulai berlari atau baru kembali memulai lari setelah berhenti lama, bernafaslah perlahan.

Pastikan ritme pernafasanmu baik terlebih dahulu. “Bernafas terlalu terburu-buru bisa menyebabkan sakit tajam di bagian tulang iga,” kata Marni.

Kamu bisa juga menggabungkan lari dengan jalan kaki untuk menjaga pernafasanmu. Misalnya, bisa dengan variasi tiga menit lari dan tiga menit jalan kaki.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *