Fakta Ikan Oarfish, Ikan Pembawa Gempa? - Ilmu Point

Fakta Ikan Oarfish, Ikan Pembawa Gempa?

Fakta Ikan Oarfish, Ikan Pembawa Gempa? – Ikan oarfish sedang ramai diperbincangkan setelah ditemukan di laut Majene, Sulawesi Barat. Ikan ini disebut-sebut sebagai pembawa kabar bencana gempa bumi. Benarkah?

Mitos yang beredar luas menyebut kemunculan ikan oarfish ini sebagai pertanda akan munculnya gempa bumi. Hal ini diperkuat dengan beberapa kejadian gempa dan tsunami yang sudah terjadi.

Masyarakat menemukan keberadaan Oarfish ini sebelum kasus gempa yang terjadi di Palu, Jepang, Filipina dan Haiti beberapa waktu silam. Mitos ini kemudian berkembang luas dan dipercaya oleh masyarakat.

Sebelum terbawa mitos, sebaiknya kenali dulu fakta unik terkait ikan oarfish. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta yang harus diketahui tentang ikan raksasa ini. Apakah ikan ini bisa dimakan?

1. Jenis ikan

Oarfish memiliki nama latin regalecus glesne dan merupakan spesies dari keluarga regaleciadae. Masyarakat Indonesia kerap menyebutnya sebagai ikan raja herring. Ikan ini hidup dan tersebar di perairan seluruh dunia, tidak termasuk kawasan kutub.

Oarfish memiliki banyak nama sebutan seperti ikan pita, ikan naga laut, dan yang paling seram juga disebut ikan pembawa pesan dari kerajaan dewa laut. Ikan ini hidup di perairan dalam sehingga sangat jarang ditemui nelayan.

Oarfish juga merupakan ikan dengan tulang terpanjang di dunia. Perawakannya yang seram semakin membuat ikan ini banyak dikaitkan dengan hal mistis.

2. Bentuk dan ukuran

Ikan oarfish memiliki bentuk memanjang dan agak pipih, sekilas tampilannya mirip pita. Ikan inni bisa berukuran sangat besar dengan panjang 17 meter dan bobot 270 kilogram.

Oarfish berenang dengan cara meliukkan badannya seperti ombak, inilah yang membuat orang menyebutnya seperti naga laut. Sirip Oarfish memanjang di seluruh bagian tubuhnya mulai bagian kepala hingga ujung ekor.

Uniknya, ikan ini memiliki jumlah ingsang yang snagat banyak yakni sekitar 40-58 pasang. Oarfish juga tidak memiliki gigi.

3. Ikan laut dalam

Oarfish dikenal hidup di perairan laut dalam. Jenis ikan ini banyak hidup di kedalaman maksimal 1.000 meter di bawah permukaan laut. Keberadaannya yang dekat dengan lapisan terdalam bumi membuat banyak ahli berspekulasi.

Seorang pakar gempa asal Jepang, Kiyoshi Wadatsumi mengatakan bahwa makhluk hidup yang tinggal di bawah laut terbilang sensitif terhadap perubahan alam. Sehingga sedikit saja pergeseran lempeng bumi akan dirasakan oleh ikan ini.

Secara alami, dengan perubahan yang dirasakan oarfish akan merasa gelisah dan muncul ke permukaan. Hal inilah yang kemudian dikaitkan dengan akan datangnya gempa hebat.

4. Keberadaan ikan dan pengaruh gempa

Dari catatan sejarah, para ahli mengumpulkan beberapa fakta seputar keberadaan oarfish dan kejadian gempa bumi. Beberapa kejadian gempa bumi hebat, sebelumnya diiringi dengan ditemukannya ikan oarfish yang muncul di permukaan.

Pada 2010 sebelum gempa bumi melanda Chile dan Haiti, masyarakat lebih dulu menemukan keberadaan oarfish. Di tahun 2011, sekelompok ikan oarfish ditemukan terdampar di pantai dan jaring nelayan di Jepang. Kejadian ini mengiringi gempa dan tsunami yang melanda Jepang.

Di Filipina, ikan ini juga ditemukan dua hari sebelum gempa berkekuatan 6,7 SR melanda tahun 2017. Dan terakhir, oarfish ditemukan di perariran Majene, Sulawesi Barat sebelum gempa dan tsunami menerjang Palu beberapa waktu lalu.

5. Tidak umum dikonsumsi

Untuk bertahan hidup, oarfish setiap harinya memakan plankton dan udang kecil. Kadang kala, oarfish juga menyantap cumi-cumi kecil yang ada di sekelilingnya.

Meskipun memiliki daging yang banyak, ternyata oarfish tidak umum dikonsumsi. Daging ikan ini terbilang lembek dan kenyal seperti agar-agar.

Inilah alasan kenapa oarfish tidak masuk dalam kategori jenis ikan buruan para nelayan. Sementara untuk kandungan nutrisinya, sejauh ini belum ada hasil penelitian yang mengungkap nutrisi dari oarfish.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *