Kue Tempel, Kuliner Warisan Tegal

Kue Tempel, Kuliner Warisan Tegal – Setiap daerah memang tidak bisa dilepaskan dari kuliner khasnya. Di Kota Tegal terdapat jajanan tradisional yang sudah ada sejak 1940-an, yaitu kue tempel. Salah satu penerus pembuat kue temple, Mamah Cun (74), kini menjadi generasi keempat.

Ditemui Ayotegal.com (Ayo Media Network) di Jalan HOS Cokro Aminoto, tempat ia menjajakan dagangannya, dirinya mengaku penjual Kue asli Tegal berasal dari keluarganya sendiri. Kue tempel merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras ketan, pisang raja matang, dan gula Jawa.

Proses pembuatan kue yang satu ini cukup unik karena tidak menggunakan minyak goreng. Adonan tepung beras ketan hanya dipanaskan dan diratakan di atas wajan. Setelah adonan setengah matang, potongan pisang dilumatkan di atas adonan ditambah dengan sedikit gula jawa, kemudian adonan ditutup dengan daun pisang hingga matang. Perpaduan rasa gurih dan manis ini sangat cocok untuk dijadikan teman minum teh. Dibantu satu keponakannya, Mamah Cun menjajakan dagangannya mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Satu potong kue warisan tegal tersebut hanya dibanderol Rp6.000.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *