Tips Cegah Kanker Sebelum Terlambat

Tips Cegah Kanker Sebelum Terlambat – Kanker merupakan salah satu penyakit yang diwaspadai setiap orang. Penyakit ini bahkan menjadi momok karena berisiko menyebabkan kematian pada setiap pengidapnya. Bila pengidap kanker gagal mendapatkan perawatan yang tepat maka bisa menjadi fatal.

Kanker terjadi ketika sel-sel tumbuh secara terkontrol mulai tumbuh di luar kendali dan terus berkembang. Gaya hidup, gen, dan faktor pelindung atau risiko semuanya memainkan peran dalam perkembangan kanker. Kabar baiknya, kanker bisa dicegah dengan beberapa cara yang bisa Anda lakukan, sebelum telambat.

1. Konsumsi makanan yang sehat

Para ahli percaya bahwa mengonsumsi makanan yang sehat dapat mencegah hingga 10 persen dari semua kasus kanker di Inggris. Makan lebih banyak buah dan sayuran telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker mulut, esofagus, lambung, paru-paru, dan laring. Makan terlalu banyak daging merah (daging sapi, babi, domba) dan daging olahan (salami, bacon, hot dog) telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Sementar orang yang mengonsumsi lebih banyak serat dapat mengurangi risiko kanker usus.

2. Berolahraga secara teratur

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga 30 menit per hari lima kali per minggu (atau total 150 menit) memiliki 15-20 persen menurunkan risiko kanker payudara. Penelitian lain secara konsisten menunjukkan pengurangan 30-40 persen risiko kanker usus besar ketika individu meningkatkan aktivitas fisik mereka. Aktivitas fisik juga telah terbukti mengurangi risiko kanker paru dan endometrium.

Berolahraga dengan intensitas sedang hingga kuat selama 30-60 menit per hari. Contoh latihan intensitas sedang termasuk berjalan cepat, aerobik air, dan bersepeda kurang dari 10 mil per jam. Contoh latihan intensitas yang kuat termasuk joging, mendaki bukit, berenang, dan lompat tali.

3. Dapatkan vaksinasi

Infeksi dengan jenis virus tertentu meningkatkan risiko untuk jenis kanker tertentu. Sebagai contoh, virus yang menyebabkan hepatitis B (HBV) meningkatkan risiko untuk kanker hati. Infeksi dengan jenis tertentu dari human papillomavirus (HPV) meningkatkan risiko kanker serviks, dubur, vagina, dan vulva. Vaksin tersedia yang efektif dalam mencegah infeksi dengan virus-virus ini. Penting untuk dicatat bahwa vaksin HPV dan HBV tidak sama dengan “vaksin kanker.” Vaksin kanker dirancang untuk merangsang tubuh untuk menyerang sel kanker setelah kanker berkembang.

4. Dapatkan tidur yang cukup

Ada beberapa bukti yang mengganggu ritme sirkadian meningkatkan risiko kanker. Satu studi menemukan bahwa wanita yang bekerja dengan jadwal tidak teratur memiliki risiko 30 persen lebih tinggi terkena kanker payudara daripada mereka yang bekerja dengan jadwal yang lebih teratur. Pergeseran kerja juga merupakan faktor risiko untuk kanker prostat. Tidur yang tidak cukup juga merupakan faktor risiko untuk obesitas, ini juga merupakan faktor risiko untuk kanker.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *